LKSA Muhammadiyah Rungkut – Di era arus informasi yang serba cepat, kemampuan literasi dan keterampilan jurnalistik menjadi kompetensi esensial yang perlu dimiliki oleh generasi muda. Menyadari pentingnya hal tersebut, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Medokan Ayu Rungkut, Surabaya, menggelar Pelatihan Jurnalistik bertajuk “Menulis dengan Hati, Berkarya dengan Aksi, Menginspirasi melalui Literasi” pada Ahad (25/10/2026).
Kegiatan edukatif yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dipusatkan di ruang kantor lantai dua LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu. Pelatihan ini menjangkau audiens yang komprehensif, diikuti secara antusias oleh para santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Mereka merupakan pendelegasian dari asrama Medokan Ayu maupun asrama Kedung Asem.
Kaur Humas LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu, M. Amirul Latif, S.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang dengan tujuan ganda yang berkesinambungan. Pertama, untuk membekali para santri dengan keterampilan dasar dalam meracik kata menjadi karya tulis yang informatif. Kedua, menjadikan karya-karya santri tersebut sebagai ujung tombak untuk memublikasikan dan mengenalkan berbagai kegiatan positif panti asuhan kepada khalayak luas.
“Tujuan kami yang pertama adalah melatih dan mengajarkan anak-anak untuk belajar menulis. Yang kedua, memublikasikan serta mengenalkan panti ini melalui karya dan keterampilan menulis anak-anak,” ungkap Amirul saat diwawancarai secara langsung oleh salah satu santri peserta, Arga Saputra, di lokasi acara.
Kehadiran santri dari jenjang perkuliahan di -tengah peserta tingkat menengah diharapkan mampu menciptakan iklim kolaborasi belajar yang positif. Para santri senior ini diproyeksikan menjadi role model yang dapat memotivasi adik-adik tingkat mereka dalam mengasah daya kritis dan memperluas wawasan literasi.
Hadirkan Pemateri Kompeten dan Dukungan Ekosistem Lembaga
Guna mengoptimalkan penyerapan ilmu para peserta, pihak panti secara khusus menghadirkan praktisi yang berkompeten di bidang jurnalistik, yakni Ustadz Yuda Panuluh. Kehadirannya diharapkan mampu mentransfer tidak hanya teori dasar-dasar penulisan berita, tetapi juga pengalaman lapangan yang aplikatif. Anak-anak diajak untuk lebih peka dalam menangkap potensi berita di sekitar asrama, menyusun kerangka tulisan, dan memublikasikannya menjadi informasi yang bernilai.
Langkah progresif melalui pembekalan jurnalistik ini juga berjalan selaras dengan visi jajaran pengurus dalam membangun tata kelola panti yang berdaya saing. Dukungan penuh terhadap inisiatif pengembangan SDM ini juga menjadi fokus jajaran manajemen, termasuk Kepala Urusan Tata Usaha LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu, Adistiar Prayoga, yang senantiasa menopang penguatan kapasitas santri agar setiap dinamika dan program lembaga dapat terekam serta teradministrasi dengan baik di ruang publik.

Rencana Tindak Lanjut: Dari Teori Menuju Aksi Nyata
Pelatihan ini tidak dibiarkan berhenti di dalam ruangan kelas semata. Sebagai Rencana Tindak Lanjut (Action Plan), seluruh peserta dari kedua asrama diinstruksikan untuk segera mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh.
Para santri kini didorong untuk mengambil peran sebagai agen jurnalis internal yang ditugaskan untuk aktif meliput, mendokumentasikan, dan menuliskan beragam agenda rutin yang berlangsung di lingkungan panti.
“Setelah kegiatan jurnalistik ini, anak-anak diharapkan bisa menerapkan dan mempraktikkan langsung kegiatan di sekitar pantinya untuk dikenalkan melalui tulisan mereka. Semakin dikenal masyarakat, ke depannya panti ini akan semakin baik,” pungkas Amirul optimis.
Dengan semangat menulis dengan hati dan berkarya dengan aksi, santri LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu kini bersiap merawat tradisi literasi, mengangkat citra lembaga, dan menyemai panggung inspirasi bagi masyarakat luas.
Kontributor: Arga Saputra/M. Amirul Lathif


