LKSA Muhammadiyah Rungkut – Kepedulian sosial dan pembinaan spiritual menjadi dua pilar utama yang terus berjalan beriringan dalam setiap gerak dakwah Muhammadiyah. Hal ini tergambar dengan sangat jelas ketika Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rungkut menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi di LKSA Muhammadiyah Rungkut pada Ahad (18/1/2026). Tidak sekadar menjadi majelis ilmu, kegiatan ini langsung dibuka dengan aksi kemanusiaan melalui penyerahan santunan kepada para lansia dhuafa dan anak asuh non-asrama binaan LKSA Muhammadiyah Medokan Ayu.
Fokus pembinaan untuk penerima manfaat luar asrama ini merupakan wujud nyata transformasi panti asuhan modern yang cakupannya jauh lebih luas dari sekadar asrama fisik. Berdasarkan data internal LKSA Muhammadiyah, program pengasuhan non-asrama (berbasis keluarga atau wali) saat ini mendampingi 84 anak asuh yang berasal dari 52 keluarga prasejahtera.
Perwakilan PCM Rungkut, Fathur Rahim, menuturkan bahwa agenda yang diistiqamahkan setiap Ahad ketiga di awal bulan ini merupakan momentum berharga untuk melakukan refleksi diri. Mengingat kehidupan dunia yang sementara, ia berpesan agar umat Islam tidak lalai dalam menabung amal kebaikan melalui kepedulian sosial semacam ini.
“Melalui kajian ini, kita diingatkan agar mempersiapkan diri sejak dini, sehingga di akhir hayat dapat meraih husnul khatimah,” ujarnya dalam sambutan pembuka acara.
Mengurai Fenomena ‘Shalat Mekanik’ di Era Modern
Setelah prosesi pembukaan dan penyaluran santunan yang menghangatkan hati tersebut rampung, jamaah diajak menyelami materi inti bertajuk “Shalat Ditinjau dari Perspektif Sosial dan Pendidikan”. Sesi pencerahan yang berlangsung hingga pukul 08.00 WIB ini menghadirkan Dr. Mundakir, S. Kep., Ns., M. Kes., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Dalam paparannya, Dr. Mundakir membedah fakta menarik seputar pelaksanaan shalat umat Islam di tingkat global. Ia memaparkan bahwa tingkat rutinitas shalat lima waktu di Indonesia berada pada angka 84%, masih sedikit di bawah Nigeria yang menempati posisi teratas dengan angka 91%. Mengambil iktibar dari keagungan peristiwa Isra Mi’raj, beliau kemudian menyoroti fenomena “shalat mekanik”—yaitu gerakan ibadah yang dikerjakan murni sebagai rutinitas otomatis tanpa melibatkan kekhusyukan batin maupun pemahaman.
“Jika shalat dilakukan tanpa memahami bacaan dan maknanya, maka dialog dengan Allah tidak terbangun. Padahal, shalat sejatinya adalah komunikasi langsung dengan Allah,” jelas Dr. Mundakir di hadapan jamaah.
Membangun Karakter Sosial dan Pendidikan Berbasis Masjid
Lebih dalam lagi, Dr. Mundakir menguraikan dampak nyata dari shalat jika dilihat melalui lensa sosial dan pendidikan. Ibadah yang dilandasi kekhusyukan diyakini akan menumbuhkan kesadaran bahwa manusia selalu berada dalam pengawasan Allah, yang bermuara pada rasa malu untuk berbuat maksiat. Di lingkungan masyarakat, rutinitas shalat berjamaah di masjid terbukti sangat efektif merajut empati dan memperkokoh solidaritas sosial.
“Ketika seseorang yang biasa shalat berjamaah tiba-tiba tidak hadir, jamaah lain akan saling bertanya dan peduli terhadap kondisinya,” ungkapnya. Selain kepedulian yang tinggi, masjid juga mengajarkan nilai egaliter di mana batas-batas status sosial sirna. “Yang membedakan hanyalah ketakwaan,” tegasnya.
Sementara itu, dari perspektif pendidikan, rutinitas shalat menjadi medium yang sangat berharga untuk melatih kedisiplinan, keteraturan manajemen waktu, hingga integritas kerja. Menyadari besarnya peranan agama dalam pembentukan karakter, ia menitipkan pesan penting bagi para orang tua terkait pemilihan instansi pendidikan untuk putra-putrinya.
“Jika memungkinkan, anak-anak disekolahkan di lembaga pendidikan Islam, khususnya Muhammadiyah, agar nilai-nilai keagamaan tertanam sejak dini,” sarannya.
Rangkaian Pengajian Ahad Pagi yang syarat makna ini kemudian ditutup dengan kehangatan sesi ramah tamah yang semakin mempererat jalinan ukhuwah islamiyah antara para jamaah, pengurus, maupun panitia penyelenggara.
Kontributor : M. Ainul Yaqin Ahsan/Adistiar Prayoga


